January 20th, 2009 by gw-lutfi
Kan q pandangi bintang d setiap malam bila ia lebih indah dari parasmu
Kan q likis bulan bila pendarnya meresap d hati lebih dalam dari tatap matamu
Kanm q peluk mentari bila ia menghangatkanq lebih darihangat senyummu
kan q selami lautan bila ia lebih menyejukkanqdari tawamu
Apapun agar kau mpercayaiq
Posted in Puisi | No Comments »
January 20th, 2009 by gw-lutfi
Aq ingin begitu sempurna ktika aq mencintaimu
Kerena d mataqkau begitu indah utk q miliki
Aq ingin bgitu sederhana kpadamu
Kerana rasa cinta ini bgitu sederhana emnghias hatiq yg porakporanda
Aq ingin mbahagiakanmu selalu
Walau setumpah dpapun kan q jamah untukmu
Aq ingin engkau tau, aq mencintaimu
Posted in Puisi | No Comments »
November 23rd, 2008 by gw-lutfi
Mengapa sudah begitu rupa ku paksa melupa
Namun begitu pula dia mengkabut mata
Tak bisa jua ku menembus kabutnya
Dan memandang yang lain
Walau sebutir masa
Posted in Puisi | No Comments »
October 26th, 2008 by gw-lutfi
Dia, bukan kunci
Lepas q dr sendiri
Dia, bukan serpihan
Yg kan menua brsamaku
Dia, hanya pemicu
Pengingat cita2 lamaku
Dia, masi saja anggun brmahkota
Bgitu sederhana dan bahagia
Posted in Puisi | No Comments »
October 26th, 2008 by gw-lutfi
Aku tk mw lg brpikir tentangmu
Trlalu lelah utkku
Trlalu gundah bagiku
Satu persatu jejakmu tlah mampu q hapus
Q coba kuat aq kini
Mesti sering pula
Ku bawa kau kemana pun aq pergi
Seperti katamu dulu
Terbiasa juga tidak dgnmu
Hanya tak ada tempat lg mengusir sepi dan brucap
Aq pulang
Masi sering basah wajah ini
Meski tak sebasah dulu lagi
Tak mau membawamu lagi
Kau terlalu berat tuk di bawa pergi
Posted in Puisi | No Comments »
October 23rd, 2008 by gw-lutfi
dialah, dia yg membuatq trsenyum memandang senyumnya
dialah, dia yg q harap damai dan bawa damaikan aq
dialah, dia ayunan gaunnya seanggun apapun jua
dialah, dia pengharapanq
dialah, dia yg q cari entah kmana
Posted in Puisi | No Comments »
October 23rd, 2008 by gw-lutfi
Luka di muka tak q rasa
Suka di rasa membara-bara
Murka di raga tak membakar aku
Bunga kmbali penuhi hatiku
Mengapa terjadi?
Mengapa menyenangkan seperti ini?
Tak ada lagi pipi basah
Hati brsimbah darah
Atau imaji meronta memadam marah
Anggun dia lintasi diriku
Sapa sebentar hatiku malu-malu
Posted in Puisi | No Comments »
October 14th, 2008 by gw-lutfi
Butakan mataku sekali lagi dan bawa pergi
Tulikan kupingku dan terus teriaki
Ku kan tetap brkhayal tentang ilusi diri
Membodohi hati muntahkan muak benci
Lapangkan hatiku untuk d sakiti
Rumpangkan selanya untuk d penuhi
Berikan aku pengisi murka suci di sepi nurani
Hati ini lelah meneruskan langkah begini
Posted in Puisi | No Comments »
October 13th, 2008 by gw-lutfi
Kerinduanku melebihi langit malam
Yang dingin merindukan binar bulan
Kerinduanku melebihi laut luas
Yang mebentangkan pelukan pada angkasa
Kerinduanku melebihi akal sehat
Yang menjagaku tetap terjaga
Posted in Puisi | No Comments »
October 13th, 2008 by gw-lutfi
Malem semakin larut
Lamun makin merenggut
Sadar tak jua menjemput
Posted in Puisi | No Comments »